JAKARTA, PARLEMEN.CO.ID – Ketua Umum DEPINAS SOKSI, Mukhamad Misbakhun, mengingatkan para tokoh politik untuk menjaga etika dalam berpolitik dan tidak melontarkan serangan personal yang berpotensi menyesatkan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno III di Grha DPP Partai Golkar, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian persiapan Rapimnas dan Rakernas SOKSI yang akan digelar pada 15–17 Mei 2026 di Bandung, Jawa Barat.
“Sebagai tokoh politik, kita harus memberikan teladan yang baik. Kritik harus disampaikan secara konstruktif, berbasis data dan program, bukan serangan pribadi,” ujar Misbakhun.
Ia menyoroti dinamika politik nasional yang belakangan diwarnai oleh serangan terhadap pribadi pemimpin, yang dinilai tidak sehat bagi perkembangan demokrasi.
Menurutnya, kritik yang tidak berdasar dan mengandung fitnah justru dapat memicu keresahan di masyarakat serta menurunkan kualitas diskursus publik.
“Jangan menyerang pribadi pemimpin dengan informasi yang tidak benar. Itu tidak mencerminkan etika politik yang baik,” tegasnya.
Misbakhun menekankan bahwa perbedaan pandangan dalam politik adalah hal yang wajar, namun harus disampaikan dalam koridor yang konstruktif dan bertanggung jawab.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa SOKSI akan terus memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat.
Melalui Rapimnas dan Rakernas mendatang, SOKSI diharapkan mampu memperkuat peran politiknya dalam menjaga stabilitas nasional serta mendorong praktik demokrasi yang sehat.
“Politik harus menjadi ruang adu gagasan, bukan ajang serangan personal,” pungkasnya (RED).

Comment