JAKARTA, PARLEMEN.CO.ID – Peringatan Milad ke-47 Pengajian Al-Hidayah tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan dan olahraga, tetapi juga menghadirkan Bazar UMKM sebagai bagian dari rangkaian kegiatan organisasi. Agenda tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bazar UMKM digelar bersamaan dengan rangkaian peringatan Milad ke-47 Pengajian Al-Hidayah yang mengusung tema “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkhidmat untuk Umat, Berkarya untuk Indonesia.”
Kegiatan tersebut menjadi salah satu dari tiga agenda utama rangkaian Milad ke-47, selain Senam Sehat Lansia dan Launching Senam Pengajian Al-Hidayah serta Resepsi Puncak Milad.
Kehadiran Bazar UMKM menunjukkan bahwa semangat pengabdian kepada umat dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu ruang penting untuk membangun kemandirian sekaligus memperluas manfaat organisasi.
Dewan Penasehat Pengajian Al-Hidayah, Luluk Maknuniah, turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut bersama jajaran pengurus dan jamaah Pengajian Al-Hidayah.
Keterlibatan berbagai unsur organisasi dalam rangkaian Milad memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan yang ingin terus dipertahankan Pengajian Al-Hidayah setelah memasuki usia 47 tahun.
Dari Silaturahmi Menuju Pemberdayaan
Rangkaian Milad ke-47 dirancang tidak sekadar sebagai perayaan ulang tahun organisasi. Berbagai kegiatan yang dihadirkan menjadi sarana untuk mempertemukan anggota, memperkuat silaturahmi, sekaligus menghadirkan aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bazar UMKM menjadi salah satu bentuk kegiatan yang memiliki dimensi pemberdayaan. Ruang tersebut dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas interaksi dengan masyarakat dan sesama anggota organisasi.
Sementara itu, kegiatan Senam Sehat Lansia dan Launching Senam Pengajian Al-Hidayah memperkuat pesan tentang pentingnya membangun masyarakat yang sehat dan aktif.
Rangkaian tersebut kemudian bermuara pada Resepsi Puncak Milad sebagai momentum refleksi perjalanan Pengajian Al-Hidayah sejak berdiri pada 5 Oktober 1979.
Memasuki usia 47 tahun, Pengajian Al-Hidayah menegaskan semangat untuk terus menjaga ukhuwah dan memperluas kontribusi bagi umat.
Semangat itu dirangkum dalam tema Milad tahun ini: “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkhidmat untuk Umat, Berkarya untuk Indonesia.”
Dengan demikian, Milad ke-47 tidak hanya menjadi penanda perjalanan panjang organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran Pengajian Al-Hidayah dalam bidang sosial, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pengabdian kepada bangsa (red)

Comment