JAKARTA, PARLEMEN.CO.ID – Transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) dinilai tidak lagi sekadar menjadi agenda teknologi, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari kapabilitas strategis sebuah negara.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP IKAL Wibawanto Nugroho Widodo menilai Indonesia perlu memastikan perkembangan teknologi digital dan AI dapat diubah menjadi kemampuan nyata untuk memperkuat pengambilan keputusan, keamanan, serta daya saing nasional.
Pandangan tersebut disampaikan Wibawanto dalam forum diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) Institut Peradaban bertajuk “Menjelang Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto : Asta Cita Antara Harapan dan Realita” di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Wibawanto menempatkan transformasi digital sebagai salah satu bagian dari pembangunan kapasitas negara. Menurutnya, negara membutuhkan kemampuan untuk memanfaatkan data dan teknologi agar proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat.
Ia menilai perkembangan AI juga perlu dilihat dari perspektif yang lebih luas. Teknologi tersebut tidak hanya berkaitan dengan inovasi atau efisiensi layanan, tetapi juga menyentuh kemampuan negara menghadapi perubahan dan mengambil keputusan berdasarkan informasi.
“Transformasi digital dan kecerdasan buatan bukan sekadar agenda teknologi. Keduanya semakin menjadi bagian dari kapabilitas negara,” kata Wibawanto.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan kemampuan mengambil keputusan berbasis data, membangun keamanan siber, mengembangkan sumber daya manusia digital, serta menggunakan AI secara bertanggung jawab.
Dengan kemampuan tersebut, transformasi digital diharapkan tidak berhenti pada pembangunan aplikasi atau sistem layanan elektronik. Yang lebih penting adalah membangun kemampuan negara dalam memahami informasi, mengolah data, dan merespons perubahan secara adaptif.
“Yang dibangun bukan hanya sistem digital, tetapi kemampuan negara untuk memahami informasi dengan lebih cepat, mengambil keputusan dengan lebih tepat, dan merespons perubahan dengan lebih adaptif,” ujarnya.
Wibawanto menilai tantangan tersebut semakin penting karena lingkungan strategis Indonesia terus berubah. Perkembangan teknologi berlangsung bersamaan dengan perubahan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, ancaman siber, tekanan energi dan pangan, serta perubahan rantai pasok global.
AI Dikaitkan dengan Kapabilitas Strategis Indonesia
Menurut Wibawanto, kemampuan menguasai teknologi perlu ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional.
Sumber daya teknologi, data, dan manusia digital perlu diintegrasikan agar menghasilkan kemampuan nyata bagi negara. Dalam kerangka tersebut, teknologi dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat layanan publik, serta mendukung pengambilan keputusan strategis.
Wibawanto juga mengaitkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan membangun sumber daya manusia berkualitas. Menurutnya, transformasi digital tidak akan berjalan optimal jika negara tidak memiliki tenaga yang mampu mengembangkan, mengoperasikan, mengawasi, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Karena itu, pengembangan sumber daya manusia digital perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur dan sistem teknologi.
Di sisi lain, keamanan siber menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Semakin besar ketergantungan negara terhadap sistem digital, semakin besar pula kebutuhan untuk melindungi data, jaringan, dan infrastruktur kritis.
Wibawanto menilai kapabilitas strategis negara pada era digital tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memiliki teknologi, tetapi juga kemampuan mengelola risiko dan menjaga keberlanjutan sistem.
Kerangka tersebut sejalan dengan gagasannya mengenai perubahan dari program-based government menuju results-based government. Pemerintah, menurutnya, perlu mengukur kebijakan berdasarkan hasil yang dihasilkan, bukan hanya jumlah program yang dibuat.
Dalam konteks teknologi, keberhasilan transformasi digital dengan demikian tidak cukup diukur dari jumlah platform atau sistem yang dibangun. Ukurannya juga mencakup sejauh mana teknologi tersebut meningkatkan kualitas keputusan, pelayanan, keamanan, dan kemampuan negara menghadapi perubahan.
Wibawanto menempatkan transformasi digital dan AI sebagai salah satu elemen yang perlu dipersiapkan dalam membangun kapabilitas strategis Indonesia.
Dengan perubahan teknologi yang berlangsung cepat, tantangan pemerintah ke depan bukan hanya mengikuti perkembangan digital, tetapi memastikan teknologi tersebut dapat diterjemahkan menjadi kemampuan nyata yang memperkuat kapasitas negara dan memberikan manfaat bagi masyarakat (red)

Comment