Nasional
Home / Nasional / Komisi III DPRD Bangka Barat Jadikan Bank Sampah Kumpul Mutiara Referensi Pengelolaan Sampah

Komisi III DPRD Bangka Barat Jadikan Bank Sampah Kumpul Mutiara Referensi Pengelolaan Sampah

Pengurus Bank Sampah Kumpul Mutiara saat menerima kunjungan Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Barat, Zaky Hilmi, pada Rabu (3/06/2026)
Pengurus Bank Sampah Kumpul Mutiara saat menerima kunjungan Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Barat, Zaky Hilmi, pada Rabu (3/06/2026)

BOGOR, PARLEMEN.CO.ID – Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Barat akan mengunjungi Bank Sampah Kumpul Mutiara di Bogor, Kamis (27/8/2026). Kunjungan kerja ini diarahkan untuk menggali pengalaman dan konsep pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Agenda tersebut sekaligus menjadi ruang audiensi antara anggota DPRD Bangka Barat dengan pengelola Bank Sampah Kumpul Mutiara mengenai berbagai persoalan pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.

Rencana kunjungan dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari referensi dalam memperkuat pengelolaan sampah di daerah. Komisi III DPRD Bangka Barat diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai pola pengelolaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.

Belajar dari Pengalaman Bank Sampah

Wahyudin Nur Al-Makazzari dari Bank Sampah Kumpul Mutiara mengatakan pihaknya siap berbagi pengalaman kepada rombongan Komisi III DPRD Bangka Barat.

Menurut Wahyudin, pengalaman mengelola sampah di lingkungan RW 11 dapat menjadi bahan pembelajaran bersama karena persoalan sampah yang muncul di tingkat lokal memiliki keterkaitan dengan persoalan lingkungan secara lebih luas.

Adela Kanasya Adies Minta Mahasiswa Ciptakan Peluang Kerja Lewat Inovasi

“Cerita pengalaman-pengalaman inilah yang akan kami dialogkan sebagai proses pembelajaran bersama kepada anggota DPRD Bangka Barat, khususnya Komisi III,” kata Wahyudin.

Ia berharap dialog tersebut dapat membuka pemahaman bahwa pengelolaan sampah perlu dilakukan secara konsisten sejak dari sumbernya.

Dorong Konsep Berbasis Masyarakat

Wahyudin menilai pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan proses pengangkutan menuju TPA. Masyarakat perlu dilibatkan sejak tahap awal melalui pemilahan dan pengolahan sampah di lingkungan masing-masing.

“Masalah sampah telah menjadi persoalan besar di setiap daerah. Kondisi di wilayah kami, RW 11, merupakan cerminan dari situasi di Indonesia secara umum,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah dari sumber juga menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat di sekitar TPA.

Luluk Maknuniah Sarmuji : Pengajian Al-Hidayah Harus Adaptif Tanpa Kehilangan Jati Diri

Ia menyoroti sampah organik yang dapat menghasilkan gas metana ketika mengalami proses pembusukan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penanganan sampah sebelum seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.

Relevan dengan Tugas Komisi III

Kunjungan tersebut juga berkaitan dengan bidang tugas Komisi III DPRD Bangka Barat yang mencakup sejumlah urusan pembangunan dan lingkungan.

Di antaranya pekerjaan umum, perumahan rakyat, tata ruang, perhubungan, lingkungan hidup, pertambangan, energi, serta kebersihan.

Karena itu, pembahasan mengenai bank sampah diharapkan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi juga dapat menjadi bahan masukan dalam melihat kebutuhan kebijakan pengelolaan lingkungan.

Bank Sampah Kumpul Mutiara akan menjadi tempat untuk bertukar pengalaman mengenai bagaimana persoalan sampah dapat ditangani melalui keterlibatan masyarakat.

Hetifah Sjaifudian Ungkap Makna 47 Tahun Al-Hidayah Hadapi Tantangan Zaman

Dari Kunjungan Menuju Aksi Nyata

Wahyudin berharap kunjungan Komisi III DPRD Bangka Barat dapat menghasilkan gagasan yang bisa diterapkan di daerah.

Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dipikirkan untuk kepentingan generasi mendatang.

“Bumi bukanlah warisan, melainkan titipan untuk anak cucu serta generasi masa depan yang wajib dijaga kelestariannya,” tegasnya.

Ia berharap pengalaman Bank Sampah Kumpul Mutiara dapat menjadi inspirasi bagi Bangka Barat untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih partisipatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemulihan lingkungan.

Semangat tersebut dirangkum melalui pesan Bank Sampah Kumpul Mutiara: “Buatlah Lingkungan Pulih, Sampah Jadi Mutiara.” (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share