Nasional
Home / Nasional / Adela Kanasya Dorong Kemenpora Bangun Generasi Muda Jelang Satu Abad Pemuda

Adela Kanasya Dorong Kemenpora Bangun Generasi Muda Jelang Satu Abad Pemuda

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies,
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies,

JAKARTA, PARLEMEN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies, mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjadikan program kepemudaan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Adela, kebijakan kepemudaan tidak boleh hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan program dalam satu tahun anggaran. Perencanaan yang dilakukan Kemenpora harus mampu membangun fondasi generasi muda yang kuat dan berdaya saing untuk menghadapi tantangan masa depan.

Hal tersebut disampaikan Adela dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kemenpora, Senin (31/8/2026), saat membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemenpora Tahun Anggaran 2027.

Adela menilai momentum menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 dapat menjadi kesempatan penting bagi pemerintah untuk memperkuat arah pembangunan kepemudaan nasional.

“Karena itu, berbagai program yang disiapkan Kemenpora menjelang 2028 harus memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar menyelenggarakan rangkaian acara peringatan,” ujar Adela.

Adela Kanasya Adies Minta Mahasiswa Ciptakan Peluang Kerja Lewat Inovasi

Adela mengingatkan bahwa perjalanan menuju satu abad Sumpah Pemuda seharusnya tidak hanya ditandai dengan berbagai kegiatan peringatan. Momentum tersebut, kata dia, harus menghasilkan kebijakan yang mampu memberikan manfaat bagi generasi muda dalam jangka panjang.

Ia menilai generasi muda merupakan salah satu kekuatan utama dalam menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, peningkatan kualitas pemuda perlu ditempatkan sebagai bagian dari agenda strategis pembangunan nasional.

“Jangan sampai momentum 100 Tahun Sumpah Pemuda hanya menjadi kegiatan seremonial. Harus ada legacy yang dirasakan oleh generasi muda,” tegasnya.

Menurut Adela, legacy tersebut dapat diwujudkan melalui program kepemudaan yang memiliki sasaran jelas, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kapasitas dan kesempatan pemuda untuk berkembang.

Anggaran Harus Menghasilkan Dampak

Dalam pembahasan RKA Kemenpora 2027, Adela juga memberikan perhatian terhadap peningkatan anggaran kepemudaan dibandingkan pagu tahun sebelumnya.

Luluk Maknuniah Sarmuji : Pengajian Al-Hidayah Harus Adaptif Tanpa Kehilangan Jati Diri

Ia menyatakan dukungan terhadap penguatan anggaran tersebut, tetapi meminta agar peningkatan alokasi diikuti dengan program yang benar-benar memberikan dampak.

“Kita tentu mendukung penguatan anggaran kepemudaan. Yang penting, anggaran ini harus memberikan dampak nyata bagi pemuda di seluruh Indonesia, bukan hanya terpusat pada kegiatan tertentu, atau terfokus pada kegiatan seremonial,” katanya.

Adela menegaskan, keberhasilan program kepemudaan tidak dapat hanya dilihat dari berapa besar anggaran yang dialokasikan. Pemerintah juga harus mampu menunjukkan perubahan dan manfaat yang diterima para penerima program.

“Harapan kita, RKA Kemenpora 2027 benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, pemuda, dan atlet. Ukuran keberhasilan anggaran bukan hanya pada besarnya alokasi, tetapi pada seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Pemuda Daerah Harus Mendapat Kesempatan

Adela juga mengingatkan pentingnya memberikan ruang yang setara bagi pemuda di seluruh wilayah Indonesia.

Hetifah Sjaifudian Ungkap Makna 47 Tahun Al-Hidayah Hadapi Tantangan Zaman

Ia menyoroti pemuda yang berada di wilayah kepulauan, daerah dengan keterbatasan fasilitas, maupun kawasan yang belum memperoleh akses program kepemudaan secara optimal.

Menurutnya, pembangunan generasi muda tidak akan maksimal jika masih terdapat kesenjangan akses antarwilayah.

Karena itu, Kemenpora perlu memiliki pemetaan program yang jelas sehingga pemerintah dapat mengetahui siapa saja yang menjadi penerima manfaat dan bagaimana dampak program tersebut.

“Harus jelas berapa penerima manfaatnya, tersebar di daerah mana saja, bagaimana kualitas programnya, dan apa hasil yang mereka dapatkan,” kata Adela.

Adela berharap RKA Kemenpora 2027 dapat menjadi salah satu pijakan untuk membangun ekosistem kepemudaan yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, momentum Satu Abad Sumpah Pemuda pada 2028 tidak hanya menjadi refleksi atas sejarah perjuangan pemuda Indonesia, tetapi juga menjadi titik awal bagi lahirnya kebijakan baru yang mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share